
Di era digitalisasi yang semakin meningkat, IT Developer menjadi pekerjaan yang sangat dibutuhkan. Baik freelance maupun pegawai tetap. Namun meski begitu, ketatnya persaingan ini justru menjadi kesempatan bagi para IT Developer untuk mengasah soft skill nya agar mampu bersaing di job market dan menjadi IT Developer sukses.
Baca juga artikel terkait IT Developer: Pekerjaan IT Developer- Definisi dan Jenis Layanannya
Dalam dunia kerja, skill teknis saja tidak cukup. Hal ini dikarenakan IT Developer juga bekerja sama dengan tim dan perlu mendengarkan kebutuhan klien agar aplikasi yang dibuat sejalan dengan deliverables. Itulah mengapa soft skill IT developer perlu diasah dan menjadi penyeimbang dengan keahlian teknis.
Adapun soft skill IT Developer yang wajib diasah adalah sebagai berikut:
1. Communication Skill
Meniti karir IT Developer artinya Anda harus meningkatkan skill berkomunikasi. Baik itu antar tim internal maupun klien. Karena pada prakteknya, IT Developer juga akan bekerja sama dengan tim untuk berdiskusi, code review, dan mengurangi kesalahan interpretasi.
Apalagi jika Anda bekerja sebagai freelance IT Developer dan bekerja langsung untuk klien. Hal ini menjadi skill yang sangat diandalkan karena Anda harus bisa menerjemahkan keinginan klien ke dalam aplikasi. Begitu juga sebaliknya, Anda harus bisa menjelaskan sistem digital yang Anda buat dan menjabarkan pada klien dengan bahasa non-teknis.
2. Critical Thinking
Critical Thinking artinya berpikir kritis. Anda perlu membuat sistem digital yang sesuai logika programming dan minim error. Maka dari itu, Anda tidak bisa hanya mengandalkan tutorial saja. Karena hasil pekerjaan yang menggunakan critical thinking dan sekedar tutorial pasti sangat berbeda jauh.
Contohnya, Saat memilih framework, programmer dengan critical thinking akan menilai kebutuhan proyek, performa, skalabilitas, dan risiko, bukan hanya karena framework itu sedang populer. Selain itu, ketika ada bug, programmer tidak langsung trial-error, tapi menganalisis akar masalah terlebih dulu.
Maka dari itu, critical thinking seorang programmer perlu diasah dan tidak bisa hanya ikut-ikutan tren saja.
3. Adaptability
Adaptability artinya mampu menghadapi perubahan teknologi dan requirement yang menyesuaikan kebutuhan klien. Hal ini seringkali terjadi pada proyek dengan kontrak panjang seperti enterprise apps. Seperti yang kita tahu, enterprise apps adalah aplikasi yang disesuaikan dengan tujuan bisnis klien.
Jika satu hari klien mengubah tujuan bisnisnya, maka IT Developer juga perlu menyusun ulang requirement agar enterprise apps tersebut dapat tetap menunjang visi-misi bisnis klien.
Selain itu, IT Developer juga perlu terus belajar dan peka terhadap kemajuan teknologi. Hal ini menjadi poin plus agar IT Developer memiliki wawasan yang luas dan dapat memberikan solusi dari setiap masalah digital yang dialami klien.
4. Attention to Detail
Peran IT Developer adalah membangun aplikasi yang minim error dan mudah digunakan oleh pengguna. Maka dari itu, IT Developer perlu teliti dalam menulis kode agar aplikasi minim error dan dapat berjalan dengan baik.
Kebiasaan akan perhatian terhadap detail juga dapat berpengaruh pada kinerja IT Developer itu sendiri. IT Developer yang detail akan lebih cermat saat menulis, membaca, dan menguji kode agar tidak terjadi kesalahan kecil yang berdampak besar.
Detailnya seperti berikut:
✅Memeriksa typo, penamaan variabel, dan struktur kode.
✅Memastikan logic sesuai requirement, bukan hanya “sekedar jalan”.
✅Mengecek edge case (kondisi ekstrem / tidak umum).
✅Melakukan testing ulang sebelum deploy.
✅Tidak melewatkan warning, error log, atau hasil test.
Singkatnya, Attention to Detail adalah sikap tidak asal coding, tapi memastikan setiap bagian kode benar, rapi, dan aman sebelum digunakan.
5. Problem Solving
IT Developer yang sukses adalah mereka yang dapat menjadi problem solver untuk kliennya. Hal ini mencakup:
✅Dapat memberikan solusi terhadap kesulitan digital yang dialami klien.
✅Dapat membuat sistem yang mempercepat bisnis.
✅Menjadi penengah komunikasi antara Tim IT dan pengguna dengan bahasa yang saling dipahami satu sama lain.
✅Menganalisa error dan berhasil memperbaikinya.
Kesimpulannya, IT Developer yang memiliki lima soft skill di atas akan lebih disukai. Dikarenakan IT Developer dapat membantu meningkatkan proses bisnis menjadi lebih cepat dengan integrasi sistem digital untuk perusahaan. Baik bekerja sebagai karyawan tetap, freelance maupun perusahaan konsultan IT.
Jika Anda mencari IT developer atau konsultan IT yang memiliki lima soft skill di atas, Anda bisa menghubungi Ciheul Technologies untuk menyelesaikan masalah digital secara end-to-end. Selain itu, Ciheul Technologies juga memiliki after sales yang dapat menunjang penggunaan aplikasi selama awal masa percobaan.
Artikel Serupa
5 Tips Menjadi IT Developer Handal
Jenis IT Developer: Front-End, Back-End, dan Full Stack
5 Manfaat Menggunakan IT Konsultan untuk Bisnis Anda
Konsultan IT Bandung: Definisi, Peran dan Profil Ciheul Technologies