Ciheul Technologies

Checklist Onboarding Developer Baru

Checklist Onboarding Developer Baru

Di lingkup pekerjaan IT, sangat wajar jika adanya developer/karyawan yang resign dan digantikan dengan developer/karyawan yang baru. Agar masa transisi karyawan baru tersebut lancar, setiap kantor perlu mengadakan onboarding.

Onboarding adalah masa perkenalan antara karyawan baru dengan lingkungan kerja yang baru. Hal ini meliputi serah terima jabatan, paparan jobdesk pekerjaan secara rinci, pengenalan antara karyawan baru dengan karyawan lama hingga pengenalan budaya perusahaan.

Onboarding karyawan baru dianggap penting karena fase ini seperti jembatan menuju suksesnya pekerjaan. Jika dari awal perkenalan ini tidak berjalan lancar, dikhawatirkan komunikasi selama bekerja akan terhambat, timbul gap antara karyawan lama dan baru hingga berdampak pada gagalnya proyek.

Maka dari itu, perlu adanya checklist yang dapat menjadi bahan acuan selama masa onboarding berlangsung.

Checklist Onboarding Developer Baru

A. Pra-Onboarding (Sebelum Hari Pertama)

✅Perusahaan memberikan akun email dengan domain resmi perusahaan

✅Perusahaan memberikan akses Google Drive pada developer baru

✅Perusahaan memberikan akses Git Repository (GitHub / GitLab / Bitbucket)

✅Perusahaan memberikan akses Project Management Tool (Jira / Trello / ClickUp)

✅Perusahaan memberikan akun CI/CD & server (jika perlu)

✅Perusahaan memberikan laptop & perangkat kerja lainnya

✅Perusahaan memberikan akses VPN/akses jaringan internal

✅Dokumen kontrak & administratif telah selesai

B. Hari Pertama Kerja

✅Perkenalan dengan tim engineering

✅Penjelasan struktur tim & role masing-masing

✅Penjelasan jobdesk & ekspektasi awal

✅Pengenalan workflow kerja tim

✅Penjelasan jam kerja & aturan komunikasi

✅Pengenalan budaya kerja perusahaan

C. Onboarding Teknis

✅Setup environment development lokal

✅Clone repository utama

✅Penjelasan struktur codebase

✅Standar coding & naming convention

✅Branching strategy (Git Flow / Trunk Based, dll)

✅Alur testing & code review

✅Alur deployment (jika relevan)

D. Onboarding Produk & Bisnis

✅Pengenalan produk utama

✅Penjelasan target user & use case

✅Alur bisnis yang berhubungan dengan sistem

✅Pengenalan stakeholder (PM, QA, Designer, dll)

✅Dokumentasi produk & requirement dibagikan

E. Minggu Pertama

✅Task pertama yang low-risk diberikan

✅Review hasil kerja awal

✅Sesi tanya jawab terbuka

✅Feedback awal dari mentor/lead

F. Evaluasi 30–60–90 Hari

30 Hari

✅Sudah memahami alur kerja tim

✅Bisa mengerjakan task mandiri

✅Aktif dalam diskusi teknis

60 Hari

✅Mulai handle task menengah

✅Kontribusi pada improvement code

✅Kolaborasi lintas tim berjalan baik

90 Hari

✅Ownership terhadap fitur/modul tertentu

✅Konsisten dengan standar tim

✅Siap diberi tanggung jawab lebih besar

Kesalahan Umum Saat Onboarding Developer

Panduan di atas dapat menjadi panduan dalam masa transisi developer baru di kantor IT. Hal ini perlu dilakukan serius karena ada beberapa kesalahan yang seringkali jadi penyebab onboarding karyawan baru jadi tidak efisien.

1. Terlalu cepat diberi task besar

Meskipun developer baru tersebut sudah punya pengalaman, terlalu cepat memberikan task besar juga dapat membuatnya kewalahan karena ia juga sembari beradaptasi dengan budaya dan lingkungan baru.

2. Minim dokumentasi

Contoh minim dokumentasi yang dimaksud adalah: Tidak ada README yang jelas di repository, setup project hanya dijelaskan lewat chat lisan, tidak ada dokumentasi flow bisnis atau arsitektur sistem, standar coding hanya “ikut kebiasaan tim” tapi tidak ditulis.

Hal ini akan berdampak pada onboarding jadi terhambat, developer baru cepat frustasi, risiko salah implementasi lebih besar, senior jadi sering ke-distract untuk menjelaskan hal yang sama.

3. Menganggap developer sudah paham semua tasknya

Kesalahan saat onboarding developer karyawan baru selanjutnya adalah menganggap developer sudah paham semua tasknya walaupun baru bergabung hitungan hari. Padahal setiap karyawan baru yang baru bergabung pasti butuh waktu untuk adaptasi.

Maka dari itu, selama masa onboarding, senior atau pendamping harus menjelaskan hal dasar meski terlihat sepele, anggap semua developer baru belum tahu konteks internal, sediakan dokumentasi & mentor sebagai rujukan, dorong budaya “tidak ada pertanyaan bodoh”.

Jika kantor Anda menerapkan hal ini, besar kemungkinan developer baru akan merasa lebih mudah berbaur, cepat beradaptasi dan proyek pun dapat berjalan lebih mudah karena hubungan interpersonal sudah terbentuk dengan baik.

Maka dari itu, penting bagi kantor IT untuk menerapkan seluruh materi onboarding karyawan baru demi suksesnya proyek dan menekan angka tingginya turnover.

Namun, jika Anda membutuhkan tim IT dengan proyek yang lebih kompleks, Anda dapat menghubungi Ciheul Technologies sebagai konsultan IT. Baik mobile apps atau enterprise apps, we are always ready to develop!

Artikel Serupa

5 Tips Menjadi IT Developer Handal
Jenis IT Developer: Front-End, Back-End, dan Full Stack
Panduan Memilih Developer IT
Perbandingan: In-house vs Freelance IT Developer. Mana yang Lebih Efektif?
5 Soft Skill IT Developer yang Wajib Diasah Calon Programmer!